Hafidz
Hafidz Azam Zami
Anak Pertama dari Bapak Syaiful Adnan
& Ibu Devi Anggreini
Syakila
syakila azkia medina
Anak Kedua dari Bapak Syaiful Adnan
& Ibu Devi Anggreini
"Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."
Aku di temani anak pertamaku kontrol kandungan ke dokter Obgyn,setelah daftar dan antri luamayan lama akhrinya aku dipanggil masuk keruangan untuk cek kandungan dan USG,tapi setelah USG dokter. Lemes, karena melihat ada pengapuran di kandunganku,padahal perkiraan lahir masih 10 harian lagi,tapi terpaksa dokter kasih 2 pilihan untuk aku. Jika masih ingin lahiran normal aku harus induksi dan harus d rawat hari itu juga,tapi jika mau SC aku bisa pulang dan balik ke RS lagi besok. Karena aku masih ingin lahiran normal seperti anak pertamaku(kk azam) aku memilih induksi
Akhirnya aku mulai dirawat hari itu juga karena aku memilih induksi,jarum infus pun mulai dipasang, suster menyiapkan kamar dan aku tlp suamiku dikerjaan untuk izin pulang karna aku harus d rawat. Beberapa lama kemudian suami datang dan urus pendaftaran serta tanda tangan. Setelah masuk kamar rawat inap, aku mulai diberi obat induksi dan obat akan bereaksi di 6 jam kemudian.
Setelah menunggu 6 jam dan obat sudah bereaksi tapi tidak ada pembukaan, akhirnya dokter menyarankan masuk induksi kedua di jam 22.00 dan aku setuju, setelah masuk obat kedua aku coba untuk buat jalan bolak balik dan jongkok berdiri, sambil nahan sakit serasa perut mau mletus hehee
Beberapa jam kemudian di jam 06.30 mulai masuk lagi obat ketiga karna diobat kedua cuma ada pembukaan 2,dan aku berharap di induksi ketiga ini ada pembukaan. Aku yg nahan sakit parah, tapi berusaha buat santai, dan diiringi tangisan kamar sebelah yg merengek kesakitan karna dia persalinan pertama.
Dokter pun seperti heran badan sekecil aku bisa tahan induksi sampe 3x, padahal induksi itu sakit banget kata dia. Singkat cerita akhirnya induksi ke 3 dinyatakan gagal karena tidak bertambahnya pembukaan, dan akhirnya dokter kasih pilihan untuk OP SC karna kasian ke aku dan dd yg udah nahan sakit.
Akhirnya dengan bismillah aku dan suami setuju, lalu aku dan suami memberi kabar ke ortu/org rumah kalau aku akan melakukan OP SC. Singkat cerita dokter dan suster menyiapkan jam dan ruangan untuk OP. Dan jadwal OP SC ku di jam 13.00, karna aku OP dadakan jadi aku cuma puasa 1 jam.
Aku dan Suami yg menunggu jam OP sekaligus masih berharap ada pembukaan lengkap agar aku tidak jadi OP, jadi aku bawa jalan dan berdiri jongkok dan selang waktu akhirnya jam OP ku sudah mulai, suster datang untuk membawaku tapi sebelum itu aku minta suster cek dulu apaakah ada pembukaan lagi, ternyata nihil 😭😭
Akhirnya aku ganti pakaian OP, dan aku dibawa ke ruangan OP, diruangan yg bener-bener dngin, perasaan deg-degan. Lalu dokter menyuntik tulang punggung ku, entah aku lupa suntik ap namny
Tanpa mengurangi rasa hormat, bagi Bapak/Ibu/Saudara/i yang ingin memberikan tanda kasih untuk kami, dapat melalui :
Ucapan Selamat & Do'a